Iwan Ridwan,SE - CALEG PARTAI DEMOKRAT YANG AKAN MENGEMBANGKAN EKONOMI MELALUI KARANG TARUNA
0 komentarTasikmalaya, Kontras-- Menjelang pemilihan anggota DPRD Kota./Kab, Provinsi, dan Pusat, serta DPD RI. yang akan berlangsung pada 9 April 2009 mendatang, tentunya membuat sibuk para calon legislative (Caleg) untuk memasang jurus maupun strategi dalam melakukan sosialisasi di daerah pemilihan (Dapil)-nya masing-masing, dari mulai memasang papan iklan, spanduk, pamphlet dan sticker.
Selain pemain lama, bursa pemilihan caleg saat ini juga banyak kehadiran para politisi muda yang turut meramaikan pesta demokrasi itu, karena dianggap mampu menyerap aspirasi masyarakat. Jadi, tidak ada salahnya jika masyarakat sendiri berniat untuk memberikan dukungannya terhadap mereka yang dianggap membawa angin segar di dunia politik saat ini.
Iwan Ridwan, SE., salah satu tokoh muda asli Tugu Putra yang mencalonkan diri dari Partai Demokrat dengan nomor urut 2 untuk Dapil 1, Kec. Cihideung-Tawang Kota Tasikmalaya. Selain melanjutkan pencapaian Pemerintahan SBY serta melaksanakan visi misi Partai, Iwan juga mempunyai keinginan untuk mengembangkan ekonomi masyarakat dengan memberdayakan pemuda melalui Karang Taruna yang tentunya dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya
“ Kurang lebih sembilan tahun saya berorganisasi dan menjadi pengurus dalam karang taruna, jadi saya sudah merasakan pahit getirnya jadi pengurus kepemudaan, dengan latar belakang saya sebagai orang berorganisasi dan bendahara, saya ingin terpilih menjadi anggota legislative dengan tujuan akan mengembangkan SDM pemuda melalui organisasi Karang Taruna agar pemuda dapat berguna dilingkungannya” tutur Iwan dengan ramah kepada Kontras baru-baru ini.
Selain berorganisasi Karang Taruna, Iwan juga menjabat sebagai wakil bendahara DPC Partai Demokrat Kota Tasikmalaya dari tahun 2007 hingga saat ini yang sebelumnya menjabat sebagai ketua bendahara DPC Partai Demokrat pada tahun 2004-2006.
“Saya sengaja menjadi wakil bendahara, karena saya ingin memberikan kesempatan bagi kader-kader yang lain agar dapat memahami bidang pembendaharaan,” ungkap caleg pemilik Rumah Makan Saung Gunung Eurih (RM. SAGURIH) - Tasikmalaya ini.
Ia juga mengharapkan do’a restu serta dukungannya khusus kepada masyarakat Tasikmalaya dan warga yang berada di daerah pemilihannya.
“ Insya Allah saya dapat menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat Tasikmalaya, khususnya masyarakat daerah yang saya wakili dan tentunya akan menjalankan amanah sehingga saya dapat bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya..
Bersama Kita Bisa !!! Satoekan Jiwa dan Raga, Satoekan Warna Hati, Satoekan Kekuatan, Satoekan Kepedulian, Satoekan Masa Depan. “Saya memang bukan yang terbaik, tapi saya akan berusaha memberikan yang terbaik, sebatas kemampuan koe untuk moe” TUGU PUTRA. (Ndra)**
23 WARGA KOTA BANJAR POSITIF TERJANGKIT VIRUS HIV/AIDS
0 komentarBANJAR, Kontras- Dinas Kesehatan Kota Banjar kembali mencatat penambahan jumlah penderita HIV/AIDS. dari sebelumnya 20 orang sampai akhir tahun 2008, penderita HIV/AIDS yang sudah terdeteksi sebanyak 23 orang, 4 orang diantaranya meninggal dunia. Mereka adalah 2 orang pecandu narkoba, 1 orang pelanggan WTS dan 1 orang lagi teman pelanggan WTS.
Dengan jumlah tersebut menjadi peringatan bagi berbagai pihak untuk semakin waspada terhadap meluasnya penyebaran HIV/AIDS. Sebab HIV/AIDS merupakan fenomena gunung es, tampak di permukaan sedikit padahal jumlah yang belum terdeteksi cukup besar.
"Yang terbaru kami menemukan 1 orang lagi. Setelah kami mengirimkan sampel darah ke Dinkes Provinsi Jabar dia positif," kata Enih dari Bagian Program Penanggulangan HIV/AIDS Dinkes Kota Banjar
Menurutnya, sampel darah yang diambil dilakukan secara acak. Sasarannya para pecandu narkoba dan WTS dan pelanggan WTS.
Dikatakan, faktor resiko terbesar dialami kaum heteroseksual atau bergantian pasangan. Sedangkan pengguna jarum suntik (injection drug user) juga beresiko. Celakanya justru kalangan anak-anak muda yang mendominasi penderita virus mematikan ini. Yakni usia antara 20 - 29 tahun. Kasus HIV di Banjar kali pertama ditemukan pada 2004 silam. Sejak itu, jumlahnya terus meningkat. Dalam waktu 3 tahun sudah 13 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, dr. Herman Umar, M.Kes membenarkan bahwa jumlah penderita HIV/AIDS meningkat. Untuk Jabar, Banjar menduduki posisi terakhir kasus HIV/AIDS-nya.
"Untuk ukuran Banjar yang hanya 4 kecamatan, jumlah itu sudah sangat besar. Ini sudah termasuk gawat, makanya harus segera diantisipasi," katanya.
Dia mengajak para tokoh masyarakat, ulama dan pemuda harus bahu membahu memberantas maksiat. Sebab titik pangkal berkembangnya penyakit ini berawal dari penyakit masyarakat (Yudi).
WAKIL WALIKOTA BANJAR SERING "BOLOS" KERJA
1 komentarBANJAR, KONTRAS- Entah karena mengapa, sudah beberapa bulan ini, Wakil Walikota Banjar, H. Akhmad Dimyati, S.Ip jarang sekali kelihatan ngantor di Setda Kota Banjar. Kalah sama Walikota, Dr. H. Herman Sutrisno, yang hampir setiap hari selalu ngantor. Akibatnya, sejumlah elemen masyarakat menuntut agar Dimyati jangan mengambil gaji dari pemerintah.
Dinamisator Komite Indpenden Pemantau Kota (KIPK) Banjar, Dadang N Rustama kepada KONTRAS menuturkan, sebaiknya jabatan Wakil Walikota Banjar secara structural harus dihapus di Kota Banjar, pasalnya, dirinya melihat jabatan tersebut hanya sebatas pengisian structural saja.
“Saya yakin, ada dan tiada jabatan Wakil Walikota di Kota Banjar, Kota Banjar akan tetap hidup, toh hari ini, kami melihat Dimyati sama sekali tidak ada kerjaan,” ungkapnya.
Ditambahkan Dadang, kalau tidak ada jabatan Wakil Walikota, disamping akan meringankan APBD Kota Banjar, juga akan menjadi percontohan bagi daerah lain, yang Wakil kepala daerahnya tumpang nama saja.
“Terus terang saja, tidak sedikit didaerah kita yang Wakil Walikota atau Wakil Bupatinya yang hanya tumpang beken saja, tanpa kelihatan kerjanya,” paparnya.
Hal yang sama jgga diutarakan, Ketua Kaukus Perempuan Indonesia(KKPI) , Maryati, dirnya menilai keberadaan Dimyati sebagai Wakil Walikota Banjar hanya sebatas hiasan saja.
“Pak Dim, hanya sebatas hiasan bagi structural masyarakat kota Banjar,” katanya dengan nada sinis.
Sementara itu saat KONTRAS ingin menghubungi Wakil Walikota Banjar sampai berita ini diturunkan Jum’at (27/2) Akhmad Dimyati terlihat belum juga terlihat masuk “kantor” layaknya seperti Walikota dan PNS lainnya. (Yudi)
DISDIK & KEJAKSAAN KOTA BANJAR DIKEPUNG RIBUAN SISWA SMK BP
0 komentarBANJAR, KONTRAS- Sedikitnya 2000 siswa SMK Bina Putera (BP) Kota Banjar, yang didampingi puluhan aktivis LBH SMKR melakukan unjuk rasa, di 2 instansi pemerintahan Kota Banjar. Yakni, Kejaksaan negeri Kota Banjar dan Dinas Pendidikan Kota Banjar, Selasa (24/2)lalu.
Di Dinas Pendidikan, 2000 siswa tersebut disamping menuntut pemerintah Kota Banjar untuk secepatnya melakukan pe-negrian terhadap sekolah SMK BP, juga meminta kepada Dinas Pendidikan Kota Banjar untuk segera melakukan audit keuangan SMK BP.
“Sederhana, kami hanya ingin minta sekolah kami cepat untuk dinegrikan, dan kami minta pihak dinas pendidikan cepat mengausit keuangan sekolah kami (SMk BP Red),” ungkap Muldan, Ketua OSIS SMK BP.
Wildan menambahkan, 3 tahun terakhir sekolah SMK BP menerima lebih dari Rp. 1.05 milyar, dari uang bangunan yang dibayarkan siswa. Namun dirinya merasakan selama ini SMK BP belum sama sekali melakukan pembangunan ruangan baru.
“Jangankan bangunan baru, lah rehabilitasi bangunan saja, belum kami rasakan,” katanya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjar, Drs. H. Saeful Akbar menuturkan, dirinya akan memperjuangkan keinginan pengunjuk rasa. Dengan didasari oleh aturan-aturan yang berlaku.
“Ya, kami akan pertimbangkan sepenuhnya keinginan adik-adik pelajar, akan tetapi peraturan pun kita harus taati dan pahami, karena baik penegrian maupun pengauditan keuangan sekolah tidaklah seperti membalikan telapak tangan,” tuturnya.
Sementara itu, di Kejaksaan Negeri Kota Banjar, pengunjuk rasa meminta agar Kejaksaan mau segera menetapkan status tersangka kepada petinggi-petinggi SMK BP dalam kasus pengadaan Komputer, yang telah ditangani kejaksaan beberapa waktu yang lalu.
“Mana tersangka kasus pengadaan yang telah lama ditangani kejaksaan, kok nggak muncul-muncul tersangkanya,” tutur ketua LBH SMKR, Teteng, SH.
Teteng menambahkan, kalau Kejaksaan sampai bulan depan tidak menetapkan tersangka dalam kasus tersebut, dirinya mengancam akan segera melaporkan kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, serta akan mengerahkan masanya jauh lebih banyak.
Ditempat terpisah, pakar komunikasi Universitas Siliwangi Kota Tasikmalaya, Prof Ahmad SYa mengungkapkan, dirinya menyesalkan aksi demo tersebut, karena disamping akan mengganggu psikologis sisea, yang mana belajar harus diatas segalanya. Juga elemen masyarakat lain bias memanfaatkan perbuatan yang sama dengan yang dilakukan LBH SMKR.
“satu hari kehilangan masa belajar, seratus juta ilmu yang hilang dari siswa-siswa tersebut,” tuturnya. (Pepi/Yudi)
